Skip to main content

Mencapai Merdeka Era Tekhnologi

Sepertinya sudah cukup terlambat untuk membicarakan tentang kemerdekaan. Sudah bukan nuansa yang tepat, tapi entah kenapa pikiran ini rasanya gatal jika tidsk di tumpahkan.


Jadi singkat cerita, saya baru saja menyaksikan project video musikalisai puisi dalam channel Suar Aksara yang digalangi oleh Fiersa Besari dan kawan-kawan, 


Entah kenapa hati saya tersentuh ketika menyaksikan video tersebut, seketika saya berkaca diri dengan apa saja yang sudah saya lakukan selama ini. Apa saja yang sudah saya lakukan selama ini sepertinya belumcukup untuk memerdekakan diri sendiri terlebih kepada negara saya sendiri.

Berkutat dengan sosial media, menyuarakan pendapat sebagai seorang netizen, mengkritisi kehidupan, dan semakin terasa bahwa bersuara tanpa bergerak sama saja tong kosong nyaring bunyinya. apakah dengan mengkritisi kesalahan saya telah menunjukkan rasa cinta kepada negara, lalu sadar dan melupa sebayak apa kelebihan negara ini. Saya benar-benar terpukul bahwasanya negara ini butuh kepedulian sepert halnya netizen lainnya, tapi bukan hanya dalam konteks bahasa jari yang negara ini butuhkan, melaiankan sebuah pergerakan untuk meluruskan kehidupan. Jadi untuk mencapai kemerdekaan sejati itu sendiri akan sangat konyol jika kita hanya berani berkutat pada teknologi, mulailah melepas telpon genggam lihatlah kenyataan lalu sebarkan pendapat sebagaimana hakikat tuhan memberikan anugerah kelengkapan anggota tubuh, otak untuk berpikir dan mulut untuk berbicara, bukan jari.

Comments

  1. Soal teknologi saya rasa adalah hal yang lumrah apabila kita menggunakannya, tapi benar memang kalau kita tidak boleh terlalu candu dan ketergantungan sekali kepada teknologi sampai kita harus berkutat dan mengorbankan banyak hal yang bisa tidak "memerdekakan" kita.

    ReplyDelete

Post a Comment